MARI KITA BERSATU PADU UNTUK MENYONGSONG MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK

UKM

 
Di Batu basa sudah mulai bermunculan berbagai jenis usaha kecil dan menengah diantaranya :usaha makanan ringan seperti Kipang beras, Kipang jagung, Mayang, peyek, kerupuk talas, kerupuk ubi, kerupuk jengkol, kerupuk bayam dan Usaha Jahit Bra (Bh), dan Usaha Pembuatan Batu Bata.Bahkan dulukala ada satu usaha yang khas yaitu membuat Sanggan (semacam tempat peletakan periuk terbuat dari lidi yang dianyam), bahkan ada usaha pembuatan kibang (tas terbuat dari Masiang untuk tempat barang bawaan yang dianyam dan diberi tali) namun karena kalah bersaing dengan hasil industri modern serta tidak adanya binaan pihak terkait sehingga tidak dapat berkembang dengan baik, pada hal untuk sanggan dan kibang tersebut sebenarnya masih dibutuhkan untuk keperluan sehari-hari. Yang jelas semua jenis usaha ini merupakan aset dalam kenagarian yang perlu dipertahankan dan hendaknya mendapat perhatian dari pemerintah untuk terus dibina dan ditingkatkan kemampuannya agar menjadi lebih baik dimasa yang akan datang sehingga dapat bersaing dipasaran, karena mereka punya andil yang cukup baik untuk mendongrak perekonomian masyarakat Batu Basa sekaligus telah mampu menekan angka kemiskinan.


SEKILAS CARA PEMBUATAN BATA

Tempat pengolahan batu bata tersebut adalah disebuah pebukitan kecil yang dikenal dengan nama 'Gunung Peto' dalam wilayah jorong Batu Basa, kenagarian Batu Basa, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar. Selain karena didukung oleh sarana perhubungan yang telah membaik juga berada dijalur lintas Simabur - Ombilin, sehingga membuat akses mobilernya juga sangat lancar.
Sekilas proses batu bata
Batu bata adalah salah satu bahan utama untuk sebuah bangunan. namun karena berbagai macam kendala, terkadang ketersediaannya tidak dapat memenuhi kehendak konsumen, baik dari segi pelayanan, kwalitas dan harga. Untuk itu kami menawarkan produksi bata kami yang mudah-mudahn dapat menjawab kehendak tersebut. Kami menggunakan bahan dari tanah liat perbukitan yang punya daya rekat cukup baik sehingga sangat berpengaruh terhadap kekuatan bata itu sendiri. Dengan proses manual tanah dilebur bersama air didalam sebuah wadah (kubangan) dengan menggunakan tenaga kerbau selama beberapa jam. Ini memungkinkan pegadukan menjadi sangat merata dan bagus. Hasil dari pengadukan tersebut dicetak oleh tenaga-tenaga yang sudah terlatih dan profesional, didalam sebuah cetakan yang berukuran 6x12x24, tapi karena adanya penyusutan setelah kering, maka ukuran tersebut menjadi berkurang sehingga mencapai ukuran yang sangat ideal untuk sebuah bata pada pemasangan dikonsen bangunan. Setelah bata kering lalu disusun dengan rapi dan kokoh di tempat lain (tungku) untuk dilakukan pembakaran. Sengaja kami menggunakan sekam (kulit padi)sebagai bahan bakarnya karena selain mudah didapat, sekam juga dapat membakar seluruh bagian bata sampai merata. Proses pembakaran ini berlangsung selama lebih kurang 10 hari. Panas yang cukup dari hasil pembakaran tersebut juga menambah kwalitas batu bata menjadi semakin baik dan bagus..


URUTAN PROSES PEMBUATAN BATA

1. Tanah diaduk dengan bantuan seekor kerbau

2. Tanah yg telah diaduk dimasukkan kedalam cetakan

3. Bata yang telah dicetak disusun dengan rapi

4. Bata disusun dalam bentuk melingkar agar cepat kering

5   Bata yang kering disusun untuk dibakar

6. Bata yang telah siap untuk digunakan

Selengkapnya...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar